Viral di Media Sosial, Video Mahasiswa yang Berdemo Temukan Tisu Magic di Laci Meja Anggota DPRD

Beredar di media sosial, penemuan alat bantu hubungan sek*sual berupa tisu magic saat mahasiswa yang berdemo menolak RKUHP dan UU KPK memasuki ruangan di Gedung DPRD.

Kebenaran mengenai video tersebut belum bisa terkonfirmasi.

Namun dalam unggahan video tersebut terdapat keterangan yang menyebutkan video diambil pada hari Rabu (25/9/2019) di Padang, Sumatera Barat.

Dalam video tersebut ditemukan beberapa tisu magic. Beberapa bahkan sudah dirobek bungkusnya alias sudah dibuka.

Loading...

Di awal video, terdengar riuh suara hiruk pikuk dari massa yang menguasai ruangan.

Mereka berteriak-teriak menyerukan umpatan dan kekecewaannya kepada para anggota dewan yang terhormat.

Selain itu, mereka juga membongkar salah satu meja yang diduga milik anggota dewan.

Dalam laci meja tersebut terdapat seperangkat komputer, beberapa bungkus tisu magic, kartu ATM, kartu identitas hingga STNK kendaraan.

Mahasiswa juga mengarahkan benda-benda temuannya ke arah kamera yang mereka bawa.

Banyak netizen yang memberikan komentar miring atas video tersebut.

Loading...

@andi_mz. “lah kan mensosialisasikan penggunaan alat kontrasepsi”.

@lhaikitama, “Anggota dewan otak selangk*ngan”.

@m.johari7, “Sakarang gw paham kenapa anggota dewan takut gedungnya diduduki massa”.

@jauharihsan1, “selangk*ngan sendiri gak bisa diurus kenapa ingin urus selangk*ngan rakyat? Bapak sehat?”

@yarigturkiii, “Hahaha lemah tisu magic”.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada konfirmasi dari pihak terkait mengenai kebenaran dari video tersebut.

Sementara itu, diketahui pada Rabu (25/9/2019) sejumlah aliansi mahasiswa menggelar aksi demo di Gedung DPRD Sumbar.

Demo yang digelar untuk menolak UU KPK dan membatalkan RUU KPUHP, RUU Pertanahan dan sejumlah RUU lainnya tersebut berakhir ricuh.

Dikutip dari Kompas.com, massa mahasiswa membakar kursi anggota DPRD Sumbar.

Api segera dipadamkan dan petugas kepolisian menghalau massa yang masuk ke dalam ruang sidang utama itu.

Ruang sidang utama tersebut sudah sangat berantakan. Kaca meja pecah, kursi juga dirusak.

Sementara asap bekas kebakaran masih mengepul di ruangan sidang itu.

Aparat kepolisian yang dipimpin Kapolresta Padang Kombes Yulmar Try Hermawan langsung menginstruksikan mahasiswa keluar dari ruangan di DPRD Sumbar.

“Mahasiswa semuanya keluar. Tidak ada lagi di dalam,” kata Yulmar, Rabu.

Dari pantauan Kompas.com, bukan hanya ruangan sidang utama yang hancur berantakan, perpustakaan juga ikut dirusak.

Semua buku dilempar keluar, meja dan kursi patah. Alat-alat elektronik, seperti televisi dan komputer, hancur berantakan.

Ruangan fraksi-fraksi juga hancur diamuk massa. Hingga pukul 16.00 WIB, Rabu, mahasiswa masih bertahan di DPRD Sumbar.

Mereka membakar buku-buku dan sampah di depan gedung DPRD Sumbar.

Sumber : tribunnews.com

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *